<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Nutrisi on Mitos dan Fakta Seputar Kesehatan</title><link>https://healthfulself.com/categories/nutrisi/</link><description>Recent content in Nutrisi on Mitos dan Fakta Seputar Kesehatan</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Sat, 17 Jan 2026 08:15:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://healthfulself.com/categories/nutrisi/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Karbohidrat di Malam Hari Bikin Gemuk? Simak Fakta Medis Berikut Ini</title><link>https://healthfulself.com/posts/diet-sehat/</link><pubDate>Sat, 17 Jan 2026 08:15:00 +0700</pubDate><guid>https://healthfulself.com/posts/diet-sehat/</guid><description>&lt;p&gt;Bagi siapa saja yang sedang berjuang menurunkan berat badan atau sekadar menjaga bentuk tubuh ideal, nasihat untuk menghindari makan malam—terutama yang mengandung karbohidrat—terdengar seperti aturan emas yang tidak boleh dilanggar. &amp;ldquo;Jangan makan nasi lewat jam 6 sore,&amp;rdquo; atau &amp;ldquo;Karbohidrat di malam hari otomatis jadi lemak,&amp;rdquo; adalah mantra yang sering didengar. Ketakutan ini begitu meluas hingga banyak orang rela menahan lapar di malam hari, yang ironisnya sering kali berujung pada rasa frustrasi atau bahkan makan berlebihan di keesokan harinya.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Membongkar Fakta: Apa Benar Makanan Ini Sehat untuk Tubuh?</title><link>https://healthfulself.com/posts/nutrisi-makanan-sehat/</link><pubDate>Thu, 15 Jan 2026 14:30:00 +0700</pubDate><guid>https://healthfulself.com/posts/nutrisi-makanan-sehat/</guid><description>&lt;p&gt;Dunia nutrisi sering kali menjadi tempat yang membingungkan. Setiap hari, kita dibombardir oleh tren diet baru, label &amp;ldquo;makanan super&amp;rdquo; di rak supermarket, dan klaim kesehatan yang terkadang saling bertentangan. Apa yang dianggap sehat satu dekade lalu, hari ini mungkin dipandang dengan kecurigaan. Ketidakpastian ini sering kali dimanfaatkan oleh industri pemasaran untuk menjual produk dengan label yang terlihat menyehatkan, namun sebenarnya memiliki profil nutrisi yang meragukan.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="jus-buah-apakah-sama-dengan-mengonsumsi-buah-utuh"&gt;Jus Buah: Apakah Sama dengan Mengonsumsi Buah Utuh?&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Banyak orang memulai pagi mereka dengan segelas besar jus jeruk atau jus hijau dengan anggapan bahwa mereka memberikan suntikan vitamin yang besar bagi tubuh. Secara teknis, jus buah memang mengandung vitamin dan mineral, namun proses mengekstrak sari buah menghilangkan salah satu komponen paling krusial: serat makanan.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>